Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang komprehensif, Program Studi Keperawatan FKIK Universitas Alma Ata (UAA) berkolaborasi dengan Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan kegiatan Diskusi Panel Interprofessional Education (IPE). Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Rabu, 28 Januari 2026 ini bertempat di Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. Sardjito, Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang Km 14, Sleman. Acara ini mengangkat tema krusial mengenai “Perawatan Pasien Tirah Baring di Komunitas”, yang menuntut kerjasama erat antara dokter dan perawat dalam penanganan pasien di rumah.
Fokus utama pembelajaran ini adalah melatih mahasiswa untuk memahami peran profesi masing-masing, berkomunikasi secara kolaboratif, serta menyusun rencana perawatan bersama yang berorientasi pada kebutuhan pasien dan keluarga. Melalui diskusi ini, mahasiswa diharapkan mampu:
- Menjelaskan hak, kewajiban, serta lingkup peran masing-masing profesi (Dokter dan Perawat).
- Memahami keterbatasan serta kontribusi profesi lain dalam pengelolaan pasien.
- Mempraktikkan kepemimpinan dan pengambilan keputusan dalam Interprofessional Collaboration (IPC).
Diskusi panel dipandu oleh moderator Dr. dr. Yaltafit Abror Jeem, M.Sc.. Para mahasiswa dari kedua institusi dihadapkan pada dua kasus pemicu yang nyata terjadi di masyarakat. Dalam sesi diskusi, mahasiswa Keperawatan UAA dan Kedokteran UII saling bertukar pandangan mengenai prioritas masalah, intervensi medis dan keperawatan, serta bagaimana kedua profesi dapat saling melengkapi untuk mencegah komplikasi yang lebih parah.
Untuk memperkuat pemahaman mahasiswa, kegiatan ini menghadirkan dr. Yayuk Fathonah, M.Sc. seorang Dosen Kedokteran dan Praktisi dan Sofyan Indrayana S.Kep, Ns., MS. Seorang Dosen Keperawatan. Kedua narasumber memberikan umpan balik dan pemaparan materi untuk memastikan integrasi pemahaman antarprofesi berjalan dengan baik sesuai praturan perundang-undangan dan standard kompetensi.
Kolaborasi antara UAA dan UII ini diharapkan tidak hanya berhenti di ruang kelas. Dengan memahami kompetensi kolaborasi sejak dini, lulusan perawat dan dokter masa depan diharapkan mampu memberikan pelayanan pasien yang lebih komprehensif, menjaga etika diskusi, dan menurunkan ego sektoral demi keselamatan dan kesembuhan pasien.
Kata Kunci : Interprofessional Education; IPE; Kolaborasi Dokter dan Perawat; Perawatan Pasien Tirah Baring; Interprofessional Collaboration; IPC; Pelayanan Kesehatan Komprehensif