Oleh : Mulyanti
Tahukah kamu? Masa remaja merupakan suatu periode paling menantang dalam hidup seseorang. Di fase inilah remaja mulai mencari jati diri dan mencoba memahami perubahan yang terjadi pada dirinya. Pada masa ini, tubuh berubah cepat sehingga menyebabkan perasaan menjadi campur aduk, disertai dengan tuntutan dari sekolah maupun lingkungan semakin besar. Kesehatan jiwa pada remaja menjadi penting, namun sayangnya saat ini kesehatan jiwa pada remaja sering diabaikan. Padahal data menurut WHO, 1 dari 7 remaja usia 10-19 tahun mengalami gangguan jiwa dan bunuh diri menjadi penyebab kematian ketiga pada remaja usia 15-29 tahun.
Apa sebenarnya kesehatan jiwa itu ?
Kesehatan jiwa bukan hanya sekedar seseorang tidak mengalami gangguan jiwa. Namun lebih dari itu, seseorang dikatakan “sehat jiwa” jika mereka mampu memahmi dirinya, menghadapi tekanan sehari-hari, melakukan aktivitas produktif serta dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap lingkungan. Pada remaja, kesehatan mental sangat berkaitan dengan kemampuan mereka beradaptasi, membangun identitas diri, dan mengelola emosi yang sering naik turun.
Mengapa kesehatan jiwa pada remaja itu penting ?
Remaja mengalami perubahan yang cepat secara fisik, hormonal, emosional, hingga sosial. Selain itu, disaat yang sama mereka juga menghadapi tekanan akademik, perbadingan sosial di media sosial, pencarian jati diri, perundungan , ekspektasi keluarga, serta perubahan hubungan dengan teman yang membuat remaja merasa kewalahan dan butuh bantuan. Namun, mereka terkadang takut untuk bercerita karena takut di cap “lebay”.
Faktor-Faktor yang mempengaruhi kesehatan jiwa remaja
Beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya gangguan jiwa pada remaja antara lain :
- Tekanan dari media sosial
Remaja mudah merasa tidak cukup baik ketika melihat kehidupan orang lain yang tampak sempurna. Perbandingan ini sering memicu rasa cemas dan kurang percaya diri.
- Lingkungan keluarga
Ketidakharmonisan keluarga, kurang perhatian dan terlalu menuntut dapat memicu stress pada remaja.
- Bullying/ perundungan
Perundungan yang terjadi baik langsung maupun lewat dunia maya dapat meninggalkan luka emosional jangka panjang.
- Gaya hidup tidak sehat
Kurang tidur, jarang olahraga, hingga kebiasaan makan tidak sehat dapat mengganggu keseimbangan emosi.
- Tekanan Akademik
Kegagalan dan tuntutan dari akademik meningkatkan munculnya stres pada remaja.
Tanda-Tanda Remaja Sedang Mengalami Masalah Kesehatan Mental
Masalah kesehatan jiwa pada remaja sering salah dimengerti sebagai “nakal” atau “fase remaja”. Padahal, ada beberapa tanda yang patut diperhatikan seperti sering marah atau sedih berlebihan, menarik diri dari lingkungan, perubahan makan atau tidur drastis, nilai sekolah turun, melakukan perilaku berisiko (merokok, alkohol, narkoba), kehilangan minat pada aktivitas favorit, atau, munculnya pikiran untuk menyakiti diri sendiri. Jika tanda-tanda ini muncul terus-menerus pada remaja, jangan dianggap sepele.
Jenis Masalah Kesehatan jiwa yang Umum pada Remaja
Beberapa gangguan yang sering muncul antara lain:
- Gangguan Emosional seperti kecemasan, depresi, dan fobia. Banyak remaja merasa cemas berlebihan atau kehilangan minat pada hal-hal yang dulu mereka sukai.
- Gangguan Makan seperti anoreksia, bulimia, atau binge eating, biasanya dipicu oleh tekanan mengenai bentuk tubuh.
- Gangguan Perilaku seperti ADHD, ODD, atau Conduct Disorder yang memengaruhi konsentrasi, kontrol impuls, hingga perilaku agresif.
- Psikosis merupakan gangguan lebih serius yang ditandai dengan halusinasi atau delusi, biasanya muncul di akhir remaja atau awal dewasa.
- Perilaku Berisiko seperti penggunaan alkohol, narkoba, seks bebas, dan kekerasan sebagai pelarian dari tekanan emosional.
Kapan Remaja Harus Mencari Bantuan?
Jangan menunggu semua terlambat. Bantuan profesional diperlukan ketika remaja:
- sulit menjalani aktivitas sehari-hari,
- berubah drastis dalam waktu singkat,
- mulai menyakiti diri, atau
- tampak kehilangan harapan.
Konsultasi bisa dilakukan ke konselor sekolah, psikolog, atau psikiater.
Cara Menjaga Kesehatan Mental Remaja
Berikut langkah sederhana namun sangat berpengaruh:
- Tidur Teratur. Remaja butuh 8–10 jam tidur agar fungsi otak dan emosi tetap stabil.
- Pola Makan Sehat & Aktivitas Fisik. Olahraga 30 menit sehari dan makan bergizi sangat membantu memperbaiki mood.
- Batasi Media Sosial. Atur waktu bebas gadget—minimal 1 jam sebelum tidur.
- Latih Coping Skills/ menyelesaikan masalah. Menulis jurnal, menggambar, meditasi, atau mendengarkan musik bisa jadi cara untuk meredakan stres.
- Berani Bercerita. Remaja perlu tahu bahwa meminta bantuan bukan tanda kelemahan. Berbagi cerita pada orang yang dipercaya adalah langkah besar menuju pemulihan.
Dukungan keluarga adalah fondasi utama kesehatan mental remaja. Orang tua dan lingkungan perlu:
- menjadi pendengar yang baik,
- tidak langsung menghakimi,
- peka terhadap perubahan perilaku,
- menciptakan ruang aman untuk bercerita, dan
- segera mencari bantuan profesional bila diperlukan.
Kesehatan jiwa remaja merupakan isu penting dan perlu diperhatikan bersama. Mengalami tekanan atau merasa tidak baik-baik saja adalah hal yang manusiawi. Namun yang terpenting adalah mau mencari bantuan dan memiliki lingkungan yang mendukung.Mari bersama-sama menciptakan ruang aman bagi remaja agar mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang kuat, sehat, dan percaya diri baik secara fisik maupun mental.
Keywords: Kesehatan Jiwa, Remaja, Keperawatan Alma Ata