Penulis : Brunei Indah Yulitasari

Pernah tidak Anda merasa panik karena lupa menaruh kunci motor, padahal kuncinya sedang Anda pegang? Atau tiba-tiba lupa nama teman lama saat berpapasan di jalan? Kejadian-kejadian kecil ini seringkali bikin kita parno: “Waduh, apa saya sudah mulai gejala demensia?”

Ketakutan itu wajar. Demensia, atau yang sering kita sebut pikun di atas wajar, memang terdengar menakutkan karena ia menyerang jati diri kita—ingatan kita. Tapi kabar baiknya, demensia bukan sesuatu yang “pasti terjadi” kalau kita tua. Penelitian terbaru justru menunjukkan kalau hampir separuh dari risiko demensia itu sebenarnya bisa kita kontrol sendiri lewat kebiasaan sehari-hari. Intinya, otak itu mirip seperti mesin atau otot. Kalau dirawat dan sering dipakai, dia bakal awet. Kalau dibiarkan berkarat, ya fungsinya bakal cepat turun.

Banyak orang mengira demensia itu bagian alami dari penuaan. Itu salah besar. Penuaan itu wajar, tapi kehilangan kemampuan berpikir jernih sampai tidak bisa mengurus diri sendiri itu penyakit. Jenis yang paling populer memang Alzheimer, tapi ada juga demensia vaskular yang biasanya “sepaket” dengan masalah jantung atau stroke. Kabar baiknya? Pencegahan bisa kita cicil dari sekarang. Tidak perlu tunggu sampai rambut memutih untuk mulai peduli pada kesehatan otak.

Strategi “Investasi” untuk Otak

Lalu, apa saja yang harus kita lakukan supaya otak tetap tajam sampai tua nanti? Berikut adalah beberapa langkah nyata yang bisa kita terapkan:

1. Apa yang Baik untuk Jantung, Baik untuk Otak

Ini aturan emasnya. Otak kita itu sangat rakus oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah. Kalau pembuluh darah ke jantung saja mampet karena kolesterol atau tekanan darah tinggi, pembuluh darah kecil di otak apalagi.

Olahraga bukan pilihan: Tidak perlu lari maraton. Cukup jalan kaki rutin 30 menit setiap hari. Gerakan fisik memicu keluarnya protein yang jadi “pupuk” bagi sel-sel otak.

Jaga asupan: Kurangi gorengan dan gula berlebih. Coba lebih sering makan ikan, kacang-kacangan, dan sayuran hijau. Otak kita butuh lemak sehat (seperti omega-3), bukan lemak jenuh dari minyak goreng yang sudah dipakai berkali-kali.

2. Jangan Biarkan Otak “Menganggur”

Otak yang jarang dipakai belajar hal baru akan lebih cepat menyusut. Tantangan adalah makanan bagi neuron kita. Kalau biasanya cuma main HP, coba belajar main alat musik atau bahasa baru. Belajar sesuatu yang benar-benar asing buat Anda jauh lebih efektif daripada cuma mengisi TTS yang polanya itu-itu saja. Sesekali ubah rute pulang kantor atau coba sikat gigi pakai tangan yang tidak dominan. Hal-hal sepele ini memaksa otak membuat sirkuit baru.

3. Tidur Bukan Berarti Malas

Tahu tidak, saat kita tidur, otak itu sebenarnya sedang “bersih-bersih”? Ada sistem namanya glimfatik yang tugasnya menyapu racun-racun sisa metabolisme seharian. Kalau Anda sering begadang atau kurang tidur, sampah-sampah ini menumpuk di otak. Itulah yang lama-lama memicu plak penyebab Alzheimer. Jadi, usahakan tidur 7-8 jam dan pastikan kualitasnya bagus.

4. Pentingnya Pendengaran dan Pergaulan

Ini yang sering orang lewatkan. Banyak lansia jadi pikun karena mereka menarik diri dari lingkungan. Dan biasanya, alasan mereka menarik diri adalah karena pendengaran berkurang. Saat kita sulit mendengar, otak harus bekerja dua kali lipat lebih keras cuma untuk menangkap kata-kata orang. Ini bikin otak capek dan akhirnya “lelet”. Jadi, kalau merasa pendengaran mulai berkurang, jangan gengsi pakai alat bantu dengar. Dan yang terpenting: tetaplah mengobrol dengan teman. Curhat dan tertawa itu latihan kognitif yang luar biasa kompleks bagi otak.

Faktor Medis yang Sering Disepelekan

Selain gaya hidup, ada tiga hal yang harus rajin dicek ke dokter:

  • Tekanan Darah: Hipertensi adalah musuh nomor satu pembuluh darah otak.
  • Gula Darah: Diabetes bisa merusak saraf-saraf halus di otak.
  • Kesehatan Mental: Depresi yang berkepanjangan jika tidak diobati bisa meningkatkan risiko demensia di kemudian hari. Jangan ragu cari bantuan jika merasa mental sedang tidak baik-baik saja.

Mencegah demensia itu bukan tentang melakukan satu hal besar dalam semalam, tapi tentang konsistensi. Ibarat menabung, setiap porsi sayur yang Anda makan, setiap langkah kaki saat jalan pagi, dan setiap buku yang Anda baca adalah setoran saldo untuk “tabungan ingatan” Anda di masa tua. Kita tidak bisa menghentikan waktu, tapi kita punya pilihan untuk menua dengan pikiran yang tetap cerah dan ingatan yang tetap utuh.

Kata Kunci : Prodi Pendidikan Profesi Ners Terbaik di Jogja; Cara menjaga daya ingat; Tips mencegah pikun; Kesehatan otak alami; Makanan penguat memori; Latihan otak harian