Oleh: Sofyan Indrayana, S.Kep., Ns., MS
Melihat korban kecelakaan lalu lintas tergeletak di jalan tentu membuat panik. Namun, jangan hanya merekam! Tindakan sederhana yang tepat dapat membantu menyelamatkan nyawa korban sebelum petugas medis tiba.
Kecelakaan lalu lintas, terutama kecelakaan sepeda motor, dapat terjadi kapan saja. Korban bisa mengalami luka ringan, patah tulang, cedera kepala, hingga gangguan pernapasan yang mengancam nyawa. Di tengah situasi tersebut, masih banyak orang yang memilih merekam kejadian daripada memberikan pertolongan. Padahal, sebagai sesama manusia, kita memiliki kesempatan untuk membantu. Berikut langkah pertolongan pertama yang perlu diketahui masyarakat saat melihat kecelakaan lalu lintas:
- Pastikan Keamanan Diri dan Lokasi
Sebelum mendekati korban, perhatikan kondisi sekitar. Ingat: Penolong yang ikut menjadi korban akan semakin memperburuk situasi
- Pastikan kendaraan lain tidak sedang melaju dengan kecepatan tinggi.
- Berhenti di tempat yang aman dan nyalakan lampu hazard jika memungkinkan.
- Jangan berdiri di tengah jalan atau langsung berlari mendekati korban.
- Mintalah bantuan orang lain untuk mengatur lalu lintas dan mengamankan lokasi.
- Segera Hubungi Bantuan Darurat
Jika terjadi kecelakaan, segera minta bantuan petugas medis. Di Indonesia, masyarakat dapat menghubungi: 119 untuk layanan darurat medis dan 110 untuk bantuan kepolisian. Sampaikan informasi dengan jelas:
- Kejadian secara lengkap.
- Jumlah korban.
- Kondisi korban, misalnya tidak sadar atau mengalami perdarahan.
- Jenis kecelakaan, misalnya kecelakaan sepeda motor.
- Akses jalan yang dapat dilalui ambulans.
- Periksa Respons dan Pernapasan Korban
Setelah lokasi aman, dekati korban dan lakukan pemeriksaan awal.
Periksa respons:
- Panggil korban dengan suara keras, “Pak/Bu, apakah bisa mendengar saya?”
- Jika tidak merespons, segera minta orang lain menghubungi bantuan darurat.
Periksa pernapasan:
- Perhatikan apakah dada korban bergerak dan apakah korban bernapas normal.
- Jika korban tidak responsif dan tidak bernapas normal, segera mulai CPR (resusitasi jantung paru) dan gunakan AED jika tersedia, mengikuti panduan operator darurat atau pelatihan yang dimiliki.
- Jika korban masih bernapas normal, pantau terus sampai petugas datang.
- Hentikan Perdarahan yang Mengancam Nyawa
Perdarahan hebat dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat. Jika terdapat darah yang mengalir deras:
- Tekan langsung luka menggunakan kain bersih, kasa, atau bahan yang tersedia.
- Pertahankan tekanan secara terus-menerus.
- Jika kain tembus darah, tambahkan kain di atasnya dan tetap tekan.
- Untuk perdarahan hebat pada lengan atau tungkai yang tidak terkontrol dengan tekanan langsung, gunakan tourniquet komersial jika tersedia dan Anda terlatih menggunakannya.
- Jangan mencabut benda yang tertancap pada tubuh korban. Tekan area di sekitar benda tersebut dan tunggu bantuan medis.
- Jangan Sembarangan Memindahkan Korban
Korban mungkin mengalami cedera tulang belakang, leher, atau kepala. Memindahkan korban secara sembarangan dapat memperburuk cedera. Jangan memindahkan korban kecuali:
- Lokasi membahayakan nyawa korban, misalnya risiko tertabrak kendaraan atau kebakaran.
- Korban perlu dipindahkan untuk melakukan CPR dan penolong terlatih.
- Ada instruksi dari petugas medis atau keadaan darurat lain yang mengharuskan evakuasi.
- Jika korban menggunakan helm, jangan langsung melepasnya. Helm sebaiknya dilepas oleh dua orang yang terlatih, terutama jika terdapat gangguan jalan napas dan pelepasan diperlukan.
- Bantu Korban Tetap Tenang dan Hangat
Korban kecelakaan dapat mengalami ketakutan, nyeri, dan syok. Hal sederhana yang dapat dilakukan:
- Bicara dengan tenang.
- Beri tahu bahwa bantuan sedang dalam perjalanan.
- Tutupi tubuh korban dengan selimut atau kain agar tetap hangat.
- Jangan memberikan makanan, minuman, atau obat melalui mulut kepada korban yang tidak sadar atau mungkin memerlukan tindakan operasi.
- Jangan memaksa korban berdiri atau berjalan.
- Tetap dampingi korban dan pantau perubahan kesadaran serta pernapasannya.
- Hindari Tindakan yang Dapat Membahayakan
Beberapa tindakan yang sebaiknya tidak dilakukan oleh penolong awam:
❌ Mengangkat korban secara beramai-ramai tanpa kebutuhan mendesak.
❌ Menarik kepala atau leher korban.
❌ Melepas helm secara paksa.
❌ Memberikan minuman kepada korban yang tidak sadar.
❌ Mengoleskan bahan apa pun ke luka terbuka.
❌ Mengabaikan perdarahan hebat karena sibuk merekam.
❌ Mengambil foto atau video korban tanpa memperhatikan privasi dan martabatnya.
Kecelakaan lalu lintas bukan tontonan. Setiap detik sangat berarti bagi korban, terutama pada kondisi henti napas, perdarahan hebat, atau gangguan kesadaran. Mulailah dengan memastikan keselamatan, menghubungi bantuan, menghentikan perdarahan, memeriksa pernapasan, dan tidak melakukan tindakan yang membahayakan korban.
Referensi
- Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 232.
- American Heart Association. 2025 American Heart Association Guidelines for CPR and Emergency Cardiovascular Care.
- International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies. International First Aid, Resuscitation and Education Guidelines.