Penulis : Rafi Achmad Rukhama, S.Kep., Ns., MNSc

Keadaan darurat dapat terjadi kapan saja dan kepada siapa saja. Kecelakaan di jalan, seseorang tiba-tiba tidak sadarkan diri, tersedak saat makan, mengalami luka dan perdarahan, kejang, atau kesulitan bernapas merupakan beberapa contoh kondisi yang dapat membutuhkan pertolongan segera. Dalam situasi seperti ini, masyarakat sering menjadi orang pertama yang berada di lokasi sebelum petugas kesehatan datang. Karena itu, pengetahuan sederhana mengenai pertolongan pertama sangat penting untuk dimiliki setiap orang.

Pertolongan pertama merupakan tindakan awal yang diberikan kepada seseorang yang mengalami sakit atau cedera sebelum mendapatkan pertolongan medis lebih lanjut. Tujuan utamanya bukan untuk menggantikan tenaga kesehatan, tetapi untuk menjaga keselamatan korban, mencegah kondisi menjadi lebih buruk, dan memberikan kesempatan kepada korban untuk mendapatkan pertolongan yang tepat.

Hal pertama yang perlu dilakukan ketika menemukan seseorang dalam keadaan darurat adalah tetap tenang dan memastikan kondisi di sekitar aman. Penolong tidak boleh langsung mendekati korban apabila lokasi masih berbahaya, misalnya terdapat api, kabel listrik, lalu lintas kendaraan, atau sumber bahaya lainnya. Keselamatan penolong merupakan bagian penting dari pertolongan karena penolong yang ikut menjadi korban justru dapat memperburuk keadaan.

Setelah memastikan lokasi aman, periksa kondisi korban. Perhatikan apakah korban sadar dan dapat memberikan respons. Jika korban tidak merespons, segera minta bantuan orang di sekitar dan hubungi layanan kegawatdaruratan. Jangan meninggalkan korban sendirian jika terdapat orang lain yang dapat membantu. Jika korban tidak bernapas normal atau hanya megap-megap, kondisi tersebut harus dianggap sebagai keadaan darurat dan membutuhkan pertolongan segera.

Pada korban yang tidak bernapas normal, masyarakat yang telah mendapatkan pelatihan dapat melakukan resusitasi jantung paru (RJP) sambil menunggu bantuan medis. Kompresi dada dilakukan dengan menekan bagian tengah dada secara kuat dan cepat. Jika tersedia dan penolong mengetahui cara penggunaannya, automated external defibrillator (AED) dapat digunakan. Penggunaan RJP dan AED sedini mungkin dapat meningkatkan peluang keselamatan seseorang yang mengalami henti jantung.

Kondisi lain yang sering ditemukan adalah tersedak. Tersedak dapat terjadi ketika makanan atau benda asing masuk dan menghalangi jalan napas. Jika seseorang masih dapat berbicara atau batuk dengan kuat, dorong korban untuk terus batuk. Namun, jika korban tidak dapat berbicara, bernapas, atau batuk secara efektif, diperlukan pertolongan segera sesuai teknik pertolongan tersedak yang telah dipelajari. Pada kondisi yang berat, layanan kegawatdaruratan harus segera dihubungi.

Perdarahan juga merupakan kondisi yang membutuhkan perhatian. Pada luka dengan perdarahan yang cukup banyak, masyarakat dapat memberikan tekanan langsung menggunakan kain bersih atau kasa. Tekanan dilakukan secara terus-menerus untuk membantu menghentikan perdarahan. Hindari membuka balutan berulang kali hanya untuk melihat apakah darah masih keluar. Jika perdarahan tidak terkendali atau korban menunjukkan tanda-tanda lemah, pucat, atau penurunan kesadaran, segera cari bantuan medis.

Kejang merupakan kondisi lain yang sering membuat masyarakat panik. Ketika seseorang mengalami kejang, jangan memasukkan benda apa pun ke dalam mulut korban dan jangan berusaha menahan gerakan tubuhnya dengan paksa. Jauhkan benda-benda yang dapat menyebabkan cedera dari sekitar korban dan lindungi kepala dari benturan. Setelah kejang berhenti, periksa kondisi korban dan pastikan bantuan medis diperoleh jika diperlukan.

Masyarakat juga perlu mengetahui tanda-tanda kondisi serius seperti nyeri dada yang berat atau menetap, kesulitan bernapas, penurunan kesadaran, kelemahan mendadak pada salah satu sisi tubuh, gangguan bicara, perdarahan hebat, atau kondisi korban yang semakin memburuk. Jangan menunggu kondisi menjadi lebih parah sebelum mencari bantuan. Semakin cepat seseorang mendapatkan pertolongan yang tepat, semakin besar peluang untuk mencegah komplikasi yang serius.

Selain mengetahui cara memberikan pertolongan pertama, masyarakat perlu memahami bahwa tidak semua tindakan yang sering dilakukan secara turun-temurun aman. Misalnya, memberikan makanan atau minuman kepada orang yang tidak sadar dapat menyebabkan tersedak. Memasukkan benda ke dalam mulut orang yang sedang kejang juga dapat menyebabkan cedera. Karena itu, tindakan pertolongan pertama sebaiknya didasarkan pada pengetahuan yang benar dan pelatihan yang sesuai.

Pada akhirnya, pertolongan pertama bukan hanya keterampilan tenaga kesehatan. Masyarakat memiliki peran penting dalam memberikan pertolongan pada menit-menit awal setelah kejadian darurat. Pengetahuan sederhana, keberanian untuk meminta bantuan, dan kemampuan melakukan tindakan yang tepat dapat menjadi perbedaan antara kondisi yang semakin buruk dan kesempatan untuk menyelamatkan nyawa.

Membangun masyarakat yang siap menghadapi keadaan darurat merupakan bagian penting dari keselamatan bersama. Setiap orang tidak harus menjadi tenaga medis untuk dapat memberikan pertolongan. Namun, setiap orang dapat belajar mengenali kondisi darurat, menjaga keselamatan diri dan korban, meminta bantuan, serta memberikan pertolongan pertama sesuai kemampuan sampai bantuan profesional datang.

Referensi

  1. American Heart Association. (2025). 2025 American Heart Association Guidelines for Cardiopulmonary Resuscitation and Emergency Cardiovascular Care. Circulation.
  2. International Liaison Committee on Resuscitation. (2025). Consensus on Science with Treatment Recommendations (CoSTR). ILCOR.
  3. World Health Organization. (2021). Emergency care systems for universal health coverage: Ensuring timely care for the acutely ill and injured. World Health Organization.
  4. European Resuscitation Council. (2021). European Resuscitation Council Guidelines 2021: Executive summary. Resuscitation, 161, 1–60.
  5. American Red Cross. (2024). First Aid/CPR/AED Participant’s Manual. American Red Cross.