Oleh: Sofyan Indrayana, S.Kep., Ns., MS

Hari Raya Idul Adha identik dengan kebersamaan dan konsumsi hidangan berbahan daging merah, seperti sapi dan kambing. Namun, bagi orang dengan penyakit degeneratif seperti diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung, stroke, dan asam urat, pola makan yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko komplikasi kesehatan. Oleh karena itu, edukasi kesehatan menjadi penting agar masyarakat tetap dapat menikmati momen Idul Adha dengan aman dan sehat.

Daging merah sebenarnya merupakan sumber protein, zat besi, dan vitamin B12 yang baik bagi tubuh. Akan tetapi, konsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol, tekanan darah, serta risiko gangguan metabolik lainnya. Konsumsi daging merah berlebih diketahui berhubungan dengan peningkatan risiko hipertensi dan penyakit kardiovaskular (Widiyanto et al., 2021). Pakar kesehatan menyarankan konsumsi daging merah dalam jumlah terbatas, sekitar 50–100 gram per kali makan agar tubuh tetap sehat selama Idul Adha.

Bagi Penderita diabetes melitus, penting untuk tetap menjaga kestabilan gula darah selama perayaan Idul Adha. Hindari mengonsumsi olahan daging yang tinggi santan, gula, dan garam seperti gulai atau tongseng secara berlebihan. Pilihan memasak yang lebih sehat adalah merebus, mengukus, atau memanggang tanpa banyak minyak. Selain itu, perbanyak konsumsi sayur dan buah untuk membantu mengontrol penyerapan lemak dan menjaga keseimbangan nutrisi.

Penderitahipertensi dan penyakit jantung juga perlu membatasi bagian daging yang berlemak. Pilih potongan rendah lemak dan hindari konsumsi jeroan karena tinggi kolesterol dan purin. Pada penderita asam urat, konsumsi daging berlebihan dapat memicu peningkatan kadar asam urat yang menyebabkan nyeri sendi. Penelitian menunjukkan bahwa pola makan tinggi lemak dan rendah serat merupakan salah satu faktor utama meningkatnya penyakit degeneratif di Indonesia (Musta’in et al., 2024).

Selain pengaturan pola makan, aktivitas fisik ringan tetap penting dilakukan selama libur Idul Adha. Jalan pagi, peregangan ringan, atau aktivitas rumah tangga dapat membantu metabolisme tubuh tetap optimal. Penderita juga disarankan tetap rutin minum obat sesuai anjuran tenaga kesehatan dan tidak menunda kontrol kesehatan apabila muncul keluhan seperti nyeri dada, sesak napas, atau peningkatan gula darah.

Keluarga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan anggota keluarga dengan penyakit degeneratif selama Idul Adha. Dukungan keluarga dalam menyediakan menu sehat dan mengingatkan pola hidup seimbang dapat membantu mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Momentum Idul Adha seharusnya tidak hanya menjadi perayaan spiritual, tetapi juga pengingat pentingnya menjaga kesehatan bersama keluarga. Dengan pola makan bijak dan gaya hidup sehat, Penderitapenyakit degeneratif tetap dapat menikmati suasana hari raya dengan aman dan nyaman.

Keyword:

  • Prodi S1 Keperawatan Terbaik di Jogja
  • Kesehatan Lansia Saat Idul Adha
  • Tips Sehat Konsumsi Daging Kurban

Referensi

  1. Musta’in, M., Yuniarti, T., Sani, F. N., & Threesilia, E. A. (2024). Pola makan tidak terkontrol sebagai salah satu pemicu penyakit degeneratif di Indonesia. Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional. https://doi.org/10.47701/sikenas.vi.3936
  2. Susanti, S., Isnawati, I., & Muhaimin, F. I. (2021). Pengurangan konsumsi daging merah berlebih untuk menghambat penuaan. Muhammadiyah Journal of Geriatric, 3(1), 17–22. https://doi.org/10.24853/mujg.3.1.17-22
  3. Widiyanto, A., Peristiowati, Y., Ellina, A. D., & Atmojo, J. T. (2021). Potensi konsumsi daging merah terhadap risiko hipertensi. Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat, 11(2). https://doi.org/10.32583/pskm.v11i2.1224
  4. World Health Organization. (2024). Healthy diet. WHO Healthy Diet