Oleh: Brune Indah Yulitasari, S.Kep.,Ns.,MNS
Memasuki usia lanjut (60 tahun ke atas) adalah siklus alami kehidupan yang pasti akan dialami oleh setiap manusia. Di masa ini, tubuh kakek, nenek, atau orang tua kita akan mengalami berbagai perubahan. Salah satu perubahan yang paling sering luput dari perhatian keluarga namun sangat krusial adalah penurunan fungsi kognitif.
Banyak dari kita menganggap maklum jika lansia mulai sering lupa, sulit fokus, atau lambat dalam mengambil keputusan. Padahal, fungsi kognitif—kemampuan otak untuk berpikir, mengingat, dan memahami informasi—memiliki kaitan yang sangat erat dengan kualitas hidup mereka sehari-hari.
Berdasarkan hasil penelitian terbaru dosen Program Studi ilmu Keperawatan Univesitas Alma Ata, Brune Indah Yulitasari, S.Kep.,Ns.,MNS yang dirilis oleh Nursing Case Insight Journal (2025) terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara fungsi kognitif dengan kualitas hidup lansia. Penelitian yang dilakukan terhadap lansia penderita Diabetes Melitus di Puskesmas Sleman menunjukkan fakta bahwa semakin baik kemampuan kognitif seorang lansia, maka akan semakin tinggi pula kualitas hidup yang mereka rasakan. Sebaliknya, ketika fungsi kognitif menurun (terutama pada lansia yang memiliki penyakit penyerta seperti diabetes jangka panjang), mereka akan kesulitan mengelola obat-obatan secara mandiri, mudah merasa lelah, hingga rentan mengalami depresi dan kesepian akibat ketergantungan pada orang lain.
Mengapa Fungsi Kognitif Bisa Menurun?
Secara biologi, penuaan menyebabkan berkurangnya jumlah sel-sel otak. Namun, selain faktor usia, penurunan ini bisa dipercepat oleh beberapa hal, di antaranya:
- Penyakit Kronis: Penyakit seperti Diabetes Melitus yang tidak terkontrol bisa merusak pembuluh darah kecil di otak dan mempercepat kepikunan.
- Kurangnya Aktivitas: Jarang mengasah otak dan kurang bergerak secara fisik membuat sel otak lebih cepat pasif.
- Kurang Nutrisi dan Paparan Polusi: Nutrisi yang tidak seimbang mempercepat kerusakan sel.
Langkah Nyata Keluarga untuk Mencegah Penurunan Kognitif
Kabar baiknya, penurunan fungsi kognitif ini bisa kita perlambat demi menjaga kualitas hidup orang tua kita tetap optimal. Sebagai keluarga terdekat, berikut langkah nyata yang bisa kita lakukan bersama mereka:
- Berikan Stimulasi Mental (Asah Otak): Ajak lansia mengisi teka-teki silang (TTS), bermain catur, membaca buku, atau sekadar mengobrol dan mengingat kembali memori-memori menyenangkan.
- Ajak Melakukan Olahraga Ringan: Jalan kaki santai di pagi hari atau senam lansia sangat membantu melancarkan aliran darah oksigen ke otak.
- Jaga Interaksi Sosial: Jangan biarkan lansia mengurung diri. Dukung mereka untuk tetap aktif dalam kegiatan warga, pengajian, atau berkumpul bersama cucu. Dukungan keluarga dan lingkungan sosial terbukti membuat fungsi otak lansia bertahan lebih baik.
- Kontrol Penyakit Penyerta: Jika orang tua memiliki riwayat penyakit seperti diabetes atau darah tinggi, pastikan mereka rutin berobat (misalnya mengikuti program Prolanis di Puskesmas) dan menjaga pola makan
Catatan untuk Keluarga: Menjaga kualitas hidup lansia bukan hanya tentang fisik yang bebas penyakit, tetapi juga tentang memberikan mereka rasa mandiri dan kebahagiaan di hari tua. Dengan menjaga ketajaman berpikir mereka sejak dini, kita sedang menghadiahkan masa tua yang indah dan bermartabat bagi mereka